Junta Myanmar hukum lawan politiknya 173 tahun penjara

Junta Myanmar hukum lawan politiknya 173 tahun penjara

Myanmar, apacerita.idPengadilan di distrik Magway, yang terletak sekitar 480km (300 mil) dari Yangon, Myanmar menjatuhkan hukuman penjara 148 tahun kepada seorang mantan anggota parlemen dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Win Myint Hlaing.

Sebelumnya, dia divonis 25 tahun sehingga secara total masa tahanannya 173 tahun.Hukuman itu dijatuhkan pada Senin (31/10), kepada Win Myint Hlaing atas tuduhan terorisme. Vonis ini menjadi hukuman penjara terlama yang diberikan kepada setiap anggota pemerintahan Aung San Suu Kyi dan partai NLD sejak junta militer merebut kekuasaan pada Februari 2021.

Win Myint Hlain telah divonis pada Maret, April dan Juni atas lima pelanggaran yang melibatkan penghasutan dan terorisme, di mana ia menerima hukuman total 25 tahun. Persidangan yang melibatkan terdakwa dari kalangan politisi di Myanmar digelar tertutup.Tahanan jangka panjang di penjara Magway, termasuk Win Myint Hlaing memberlakukan penggunaan borgol. Penguasa militer Myanmar mengeksekusi empat aktivis politik pada Juli yang dihukum atas tuduhan terorisme dan kegiatan anti-kudeta.

Aung San Suu Kyi, yang ditangkap pada hari tentara merebut kekuasaan, telah dijatuhi hukuman 26 tahun penjara atas tuduhan yang menurut para pendukungnya dibuat-buat untuk mendiskreditkannya dan mencegahnya mencalonkan diri dalam pemilihan.

Win Myint Hlaing memimpin unit Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) setempat dan telah mengumpulkan senjata dan bahan peledak yang digunakan dalam aksi teror untuk merusak perdamaian dan stabilitas. Unit PDF telah menyerang kantor pendidikan, bank, dan kantor polisi dan telah melakukan pemboman, serangan pembakaran dan pembunuhan.

pembunuhan.Win Myint Hlain terpilih menjadi anggota parlemen lokal wilayah Magway, di jantung pusat Myanmar, pada 2015. Dia tidak ambil bagian dalam pemilihan 2020 tetapi telah berpartisipasi dalam protes terhadap militer sebelum ditangkap di kotapraja Yaksawk di negara bagian Shan timur pada November 2021.Rumahnya di kota Taungdwingyi Magway disita oleh pasukan keamanan sehari setelah penangkapannya dan memaksa keluarganya untuk melarikan diri. Pengambilalihan militer di Myanmar pada awalnya disambut dengan protes damai yang meluas hingga memicu perlawanan bersenjata yang menurut beberapa pakar PBB mirip dengan perang saudara. (Aljazeera/OL-4)

Sumber : Media Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *