Petitum Tak Ada Perubahan, PN Medan Susun Jadwal Sidang Gugatan PT Jaya Beton Indonesia Rp642 Miliar

MEDAN, APACERITA — Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang lanjutan untuk gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan terhadap PT Jaya Beton Indonesia (JBI), dengan nilai gugatan mencapai Rp642 miliar, Selasa (9/7/2024).

Sidang berlangsung di Ruang Sidang Cakra 5, dimana majelis hakim bersama pihak penggugat dan tergugat menetapkan jadwal agenda sidang berikutnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sidang itu, Hakim Ketua Lenny mengajukan pertanyaan kepada Kuasa Hukum penggugat mengenai kemungkinan perubahan isi gugatan (petitum). Bambang H. Samosir, Kuasa Hukum penggugat, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam petitum yang diajukan.

Petitum gugatan ini mencakup beberapa tuntutan, antara lain meminta agar Majelis Hakim PN Medan mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan, mengakui bahwa perbuatan tergugat merupakan perbuatan melawan hukum, serta meminta untuk mengesahkan sita jaminan atas harta benda milik PT JBI yang terlibat dalam persidangan.

Selanjutnya, penggugat juga meminta agar majelis hakim mengabulkan permohonan yang menyatakan bahwa mereka adalah pemilik sah dari sebidang tanah seluas +128.344,35 m2 atau +12,83 Ha yang terletak di Jalan Takenaka Lingkungan VI/VII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Di samping itu, penggugat juga meminta agar segala dokumen yang terkait dengan objek perkara dinyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum mengikat.

Lebih lanjut, dalam petitumnya, penggugat juga meminta agar tergugat dihukum untuk menyerahkan atau mengosongkan objek perkara tersebut kepada mereka dalam kondisi kosong dan lengkap, serta membayar ganti rugi sebesar Rp642.221.075.000 (Rp642 miliar) secara tunai sebagai kompensasi atas kerugian materiil dan immateriil yang diderita.

Sidang ditunda dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada tanggal 23 Juli 2024 dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak tergugat secara daring. Agenda sidang selanjutnya termasuk replik dari pihak penggugat pada 30 Juli 2024, duplik dari pihak tergugat pada 6 Agustus 2024, dan sidang putusan sela yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2024. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *