PN Medan sidangkan empat terdakwa kasus kepemilikan ganja 71 kg

Sidang kepemilikan 71kg ganja dengan empat terdakwa digelar di PN Medan

Medan, apacerita.idEmpat terdakwa kepemilikan ganja seberat 71.000 gram (71kg), disidangkan di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (2/11/2022).

Keempat terdakwa yakni, Muslim Tarigan Dusun I Desa Jambur Lak-Lak Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Kemudian, Sopian alias Pian, Usmardi alias Mardi,  dan Rabusah (masing-masing penuntutan terpisah), nekat menjadi perantara jual beli ganja kering, lantaran dijanjikan upah Rp6 juta hingga Rp10 juta.

Bacaan Lainnya

Jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan dalam berkas dakwaan menguraikan, perbuatan para terdakwa berawal 1 September 2022 lalu. Petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut yang sebelumnya telah mendapatkan informasi dari informan bahwa terdakwa Muslim Tarigan sering menjual narkotika jenis ganja.

“Selanjutnya  saksi Bismar Marpaung (Polisi) bersama dengan informan melakukan penyamaran sebagai pembeli narkotika jenis ganja dengan cara memesan ganja kepada terdakwa sebanyak 60 kg,  dengan kesepakatan sebesar Rp1.300.000 perkilogram dan akan melakukan transaksi pada hari Sabtu 3 September 2022,” kata JPU di hadapan Hakim Ketua Dahlia Panjaitan.

Terdakwa lalu menghubungi Rabusah, kemudian Rabusah menghubungi lagi Usmardi untuk membawa barang haram tersebut. Lalu, Usmardi mengajak Sopian untuk mengantarkan ganja tersebut ke kuburan yang berada di Desa Lawe Aunan Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.

Ganja itu kemudian dimasukkan dalam satu unit mobil, untuk dibawa ke Medan. Kemudian sekira pukul 06.00, terdakwa mendapat telepon dari seseorang yang menanyakan posisi.

“Selanjutnya para terdakwa bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor dan mengarahkan ke tempat penyerahan ganja di pinggir Jalan Torong Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang Kota Medan sekira pukul 07.00,”ucap JPU.

Lalu, petugas Polisi Bismar Marpaung, Dedek Harahap dan Jos Pahala Simarmata, menghentikan mobil terdakwa, dan melakukan pemeriksaan. Dari mobil tersebut, ditemukan barang bukti tiga goni plastik yang berisikan ganja dengan berat keseluruhan 71.000 gram.

Dari pengakuan para terdakwa, ganja tersebut diperoleh dengan cara memesan kepada Loser untuk dijual kepada pembeli dan apabila nganja tersebut laku terjual maka mereka akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp45.200.000. Kemudian, juga akan diberikan upah Rp6.100.000, hingga Rp10.000.000.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas JPU. (nz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *